5 Kesalahan Umum Grammar di IELTS Writing Task 2 yang Bikin Skor Stuck
Banyak peserta International English Language Testing System (IELTS) yang sebenarnya sudah memiliki ide luar biasa tajam saat menyusun esai, tetapi skor akhir mereka tetap tertahan di Band 5.5 atau 6.0. Masalah utamanya sering kali bukan terletak pada seberapa brilian ide atau argumen yang disampaikan, melainkan pada penguasaan tata bahasa yang tidak konsisten. Oleh karena itu, mengenali kesalahan umum grammar di IELTS Writing Task 2 adalah langkah wajib yang harus kamu lakukan sebelum hari ujian tiba.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di bagian penilaian Task Response dan Coherence, menyajikan ide yang kuat dan terstruktur memang sangat penting. Namun, jangan lupa bahwa ada kriteria Grammatical Range and Accuracy (GRA) yang menyumbang 25% dari total skormu. Dalam kriteria ini, kesalahan kecil yang terus dibiarkan berulang bisa membuat examiner menyimpulkan bahwa kemampuan bahasa Inggrismu masih sangat terbatas. Bahkan, satu pola kesalahan tata bahasa yang sama bisa muncul hingga belasan kali dalam satu esai jika kamu tidak menyadarinya.
Agar kamu tidak jatuh ke dalam lubang yang sama, artikel ini akan membedah lima kesalahan grammar paling fatal di IELTS Writing Task 2. Dengan memahami pola kesalahan ini, kamu bisa memperbaiki kualitas tulisanmu dan meningkatkan peluang untuk menembus Band Score 7.0 ke atas!
Kesesuaian Subjek dan Kata Kerja yang Tidak Konsisten
Salah satu kesalahan yang paling sering dijumpai oleh para examiner adalah kegagalan menerapkan aturan Subject and Verb Agreement, yaitu ketidaksesuaian antara subjek kalimat dengan kata kerja yang mengikutinya. Kesalahan ini terlihat sangat sepele bagi siswa tingkat lanjut, tetapi jika terjadi berulang kali saat kamu sedang panik, skor grammar bisa langsung terjun bebas.
Pola yang paling sering muncul adalah penggunaan kata kerja jamak (plural) untuk subjek tunggal (singular) atau sebaliknya. Kesalahan ini juga makin sering muncul ketika subjeknya berbentuk frasa yang sangat panjang, sehingga penulis lupa apa subjek utamanya.
Untuk menghindari kesalahan ini, biasakan dirimu untuk mengidentifikasi subjek utama terlebih dahulu sebelum menulis kata kerjanya. Perhatikan tabel perbandingan berikut:
| Kategori | ❌ Contoh Kalimat yang Salah | ✅ Perbaikan Kalimat yang Benar |
| Subjek Tunggal | The government need to create more jobs. | The government needs to create more jobs. |
| Subjek Frasa Panjang | The number of students studying abroad are increasing. | The number of students studying abroad is increasing. |
Baca Juga: Cara Mendapatkan Skor IELTS 7.0 dalam 1 Bulan (Bisa Gak Sih?)
Penggunaan Artikel (A, An, The) yang Keliru atau Hilang

Source: Pexels
Penggunaan artikel merupakan salah satu aspek tata bahasa yang paling sering membingungkan bagi pelajar bahasa Inggris di Indonesia, karena konsep ini hampir tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Dalam esai IELTS, kesalahan kecil seperti menghilangkan artikel ini bisa merusak struktur kalimat akademismu.
Kesalahan yang umum terjadi adalah menghilangkan artikel (The) ketika merujuk pada institusi atau subjek spesifik, atau menggunakan artikel (An) untuk kata benda yang tidak spesifik. Selain itu, banyak peserta yang kebingungan kapan harus membuang artikel saat berbicara tentang konsep umum (seperti technology atau society).
| Jenis Kesalahan | ❌ Contoh Kalimat yang Salah | ✅ Perbaikan Kalimat yang Benar |
| Artikel Hilang | Government should invest more money in education. | The government should invest more money in education. |
| Artikel Tidak Tepat | Global warming is a important issue. | Global warming is an important issue. |
| Artikel Berlebihan | The technology has changed the way people communicate. | Technology has changed the way people communicate. |
Baca Juga: 100 Contoh Conjunction Bahasa Inggris Beserta Artinya (Lengkap!)
Kalimat Terlalu Panjang dan Berbelit-belit (Run-on Sentences)
Banyak peserta IELTS yang mencoba menulis kalimat super panjang karena mereka berasumsi bahwa kalimat yang panjang dan rumit akan memberikan kesan “sangat akademik” di mata penguji. Sayangnya, strategi coba-coba ini sering kali berakhir menjadi bumerang yang membuat grammar menjadi berantakan dan maknanya kabur.
Dalam kriteria penilaian IELTS, kejelasan makna jauh lebih penting daripada sekadar memamerkan panjang kalimat. Sebaiknya satu kalimat hanya menyampaikan satu hingga maksimal dua ide utama yang saling berkaitan erat. Jika ada beberapa ide baru, lebih baik dipisahkan menjadi kalimat baru dengan titik.
| Penilaian | Contoh Penulisan Esai |
| ❌ Kalimat Membingungkan | Many people think technology is good because it helps communication and also it makes work faster which is important for modern society and this is why many companies use it. |
| ✅ Kalimat Jelas & Efektif | Technology improves daily communication. It also helps modern companies work more efficiently. |
Baca Juga: Macam-macam Tenses Bahasa Inggris dan Penggunaannya
Penggunaan Tenses yang Melompat-lompat
Kesalahan mendasar lain yang sering menghancurkan esai Task 2 adalah penggunaan tenses atau keterangan waktu yang tidak konsisten. Banyak peserta tanpa sadar berpindah dari Present Tense (masa kini) ke Past Tense (masa lalu) di dalam satu paragraf yang sama tanpa adanya alasan waktu yang jelas.
Padahal, sebagian besar argumentasi pada esai Task 2 sebenarnya cukup menggunakan Present Tense. Hal ini dikarenakan topik yang diberikan biasanya membahas opini, fakta saintifik umum, atau fenomena sosial yang sedang terjadi saat ini. Tenses biasanya hanya berubah jika penulis ingin memberikan contoh spesifik dari peristiwa sejarah di masa lalu.
| Kategori | ❌ Contoh Kalimat yang Salah | ✅ Perbaikan Kalimat yang Benar |
| Tenses Tidak Konsisten | Many people believe that social media was harmful because it affects young people. | Many people believe that social media is harmful because it affects young people. |
Baca Juga: Daftar Kosa Kata Bahasa Inggris dari A Sampai Z Beserta Artinya (Super Lengkap!)
Terlalu Banyak Menggunakan Kalimat Sederhana
Jika di poin ketiga kita membahas bahayanya kalimat yang terlalu rumit, di poin kelima ini kita membahas kebalikannya. Ada juga peserta yang saking takutnya melakukan kesalahan grammar, akhirnya mereka bermain terlalu aman dengan menulis hampir seluruh esainya menggunakan kalimat sederhana (simple sentences).
Meskipun secara tata bahasa seluruh kalimat tersebut benar, tulisan seperti ini akan membuatmu kehilangan poin di bagian Grammatical Range. Tulisanmu akan dianggap terlalu kaku bak tulisan anak sekolah dasar dan kurang menunjukkan variasi struktur tingkat lanjut.
Cobalah menggabungkan ide-ide sederhana tersebut menggunakan konjungsi (conjunctions) seperti because, although, while, atau whereas untuk membentuk complex sentences yang natural.
| Penilaian | Contoh Penulisan Esai |
| ❌ Terlalu Dasar & Kaku | Many people like online shopping. It is convenient. It saves time. It is very popular today. |
| ✅ Bervariasi & Akademik | Many people prefer online shopping nowadays because it is highly convenient and saves a lot of time. |
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Kursus IELTS Terbaik (Bisa Langsung Daftar Kampus!)
Maksimalkan Skor IELTS Writing Kamu Bersama SUN English!

Kesimpulannya, kesalahan tata bahasa dalam tes IELTS Writing Task 2 sering kali bukan berasal dari kurangnya pemahaman tentang konsep bahasa Inggris yang rumit, melainkan dari kesalahan dasar yang dibiarkan terus berulang tanpa disadari. Aturan subjek dan kata kerja, penggunaan artikel, tenses yang tidak konsisten, serta variasi struktur kalimat adalah area kritis yang paling sering diperhatikan oleh examiner.
Kabar baiknya, semua masalah teknis ini bisa diperbaiki dengan sangat cepat asalkan kamu berlatih dengan metode yang tepat dan mendapatkan feedback langsung dari ahlinya. Jangan biarkan ide-ide brilianmu terbuang percuma hanya karena tidak bisa merangkainya dengan tata bahasa yang rapi!
Di SUN English, tim tutor kami yang berpengalaman siap membantu mengidentifikasi pola kelemahan writing-mu, mengoreksi esaimu baris demi baris, dan memperbaikinya secara sistematis. Dengan latihan yang terarah, meraih Band Score 7.0 bukanlah sekadar harapan, melainkan target yang sangat realistis untuk dicapai.
Apakah kamu sudah siap menaklukkan tes IELTS dan membuktikan kemampuan menulismu? Klik disini untuk terhubung dengan konsultan kami via WhatsApp dan amankan kursi di kelas persiapan IELTS terdekatmu. Mari wujudkan mimpimu untuk kuliah di kampus top dunia sekarang juga!