Tingkatan Kemampuan Bahasa Inggris (CEFR)

Apakah kalian pernah penasaran atau bertanya-tanya tentang sejauh apa kalian menguasai Bahasa Inggris? Kalau seseorang tidak tahu sampai tingkat mana atau sejauh mana mereka memahami, tentu mereka tidak tahu progress belajar mereka. Level dalam bahasa sangat penting karena akan menentukan apakah seseorang mumpuni dalam berbahasa dan apa yang harus mereka lakukan untuk meninggkatkan kemampuan bahasa mereka.

Secara umum ada tiga tingkatan dalam bahasa Inggris, yaitu basic, intermediate, dan advance. Pada level basic biasanya seseorang hanya bisa berbicara dan menulis dalam level kata atau frasa dan masih mengalami kesulitan untuk menulis atau berbicara secara utuh atau pada level kalimat.

Di level intermediate, seseorang sudah bisa berbicara dan menulis tentang hal yang lebih kompleks, mempunyai kosa kata yang cukup untuk mengekpresikan apa yang dia pikirkan dan mempunyai pemahaman grammatika yang mumpuni. Namun pembelajar pada level intermediate masih merasa kesulitan ketika berbicara mengenai topik yang kurang familiar seperti berbicara mengenai budaya, sains, teknologi dan lain sebagainya.

Sedangkan pada level advance, seseorang sudah luwes dalam menggunakan bahasa Inggrisnya. Mereka yang berada dalam level advance tidak merasa kesulitan dalam berbicara dan menulis dalam berbagai macam topik, baik dalam konteks formal maupun informal.

Namun level umum seperti ini masih agak ambigu dan terlalu luas cangkupannya. Dan untuk mengukur apakah seseorang pada level basic, intermediate atau advance masih terlalu subjektif dan tidak berstandar. Nah di sini kita akan membahas levelling/cara penentuan level bahasa Inggris yang lebih terukur yang berstandar Internasional, yaitu menggunakan CEFR.

CEFR (Common European Framework of Reference for Languages)

Adalah standar internasional yang banyak dipakai di Eropa untuk megukur kecakapan atau kemampuan berbahasa seseorang. CEFR berlaku untuk beberapa bahasa, salah satunya adalah bahasa Inggris. Keterampilan bahasa Inggris seseorang, baik secara aktif ataupun pasif, dapat diukur dengan standar ini.

CEFR membagi leveling bahasa Inggris menjadi enam: A1, A2, B1, B2, C1, dan C2. Nah, biasanya seseorang sulit sekali mengembangkan bahasa Inggris mereka atau malah gagal untuk belajar bahasa Inggris. Hal ini bukan karena mereka tidak mampu, tetapi penentuan levelnya kurang tepat sehingga pembelajaran bahasa Inggris mereka terkesan terlalu mudah atau terlalu sulit karena mereka tidak mempelajari bahasa Inggris sesuai tingkatan kemampuan mereka.

Agar tahu sampai manakah level bahasa Inggris kalian dan pembelajaran bahasa Inggris seperti apakah yang cocok untuk kalian. Di sini kita akan membahas secara lebih detail tentang leveling CEFR.

6 Tingkatan CEFR

Terdapat beberapa tingkatan kemampuan bahasa Inggris dalam CEFR, yaitu:

Basic: A1 Beginner, A2 Elementary

Intermediate: B1 Intermediate, B2 Upper Intermediate

Advance: C1 Advanced, dan C2 Proficient.

1. A1 Beginner

Level paling dasar dari CEFR adalah A1 atau pemula. Seseorang yang berada di level A1 memiliki tingkatan kemampuan bahasa Inggris yang rendah dan masih dalam tahap pengenalan/permulaan. Pemahaman dan penggunaan bahasa Inggris yang dimiliki hanya seputar kosa kata yang umum dan kalimat dasar yang sederhana, sehingga belum bisa menggabungkan kalimat-kalimat menjadi sebuah paragraf yang koheren. Di level ini pembelajar hanya mampu menguasai bahasa sederhana yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, seperti memperkenalkan diri, mendeskripsikan secara sederhana mengenai dirinya dan orang lain, tempat tinggal dan mungkin hobi. Mereka yang berada dalam level A1 dapat mengucapkan bahasa Inggris  secara sederhana dan cara bicaranya masih lambat dan sangat terbata-bata.

level A1
sumber: https://www.efset.org/cefr/a1

2. A2 Elementary

Pada level kedua CEFR, yakni level A2 atau elementary/dasar, kemampuan bahasa Inggris seseorang tercermin dari kemampuannya berinteraksi dalam bahasa Inggris yang masih cukup terbatas. Jadi, orang yang berada di level A2 atau elementary dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, tetapi pembahasan hanya mencakup topik/hal-hal tertentu yang familiar/telah dikuasai. Misalnya, ia dapat memahami cerita pendek yang didengar dan dapat bercerita tentang lagu kesukaannya. Mereka yang di level ini dapat mengerti kalimat dan ekspresi yang berhubungan dengan lingkungan dan diri mereka, seperti memperkenalkan keluarga dan teman. Di level ini, pembelajar dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara sederhana, seperti membicarakan rutinitas. Mereka juga dapat membuat kalimat sederhana, meskipun seringkali membuat kesalahan dalam tata bahasa mereka.

A2
sumber: https://www.efset.org/cefr/a2/

3. B1 Intermediate

Melangkah menuju tingkat selanjutnya, level ketiga dikenal dengan sebutan B1, yaitu level intermediate/menengah. Pada level ini, seseorang bisa berbahasa Inggris secara pasif dan aktif dengan topik yang lebih variatif daripada level sebelumnya, baik dalam situasi informal (keseharian) maupun formal (tetapi tetap memiliki batasan-batasan dalam berinteraksi). Contohnya dapat bercakap-cakap tentang cita-cita dan gaya hidup, hingga mengikuti wawancara kerja dalam bahasa Inggris, walau belum luwes.

B1
sumber: https://www.efset.org/cefr/b1/

4. B2 Upper Intermediate

Di level keempat dari CEFR, kamu bisa menyebutnya dengan B2 atau upper intermediate/menengah atas. Seseorang yang berada di level ini ditunjukkan dengan penguasaan bahasa Inggris dalam berbagai kesempatan tanpa adanya banyak kendala. Biasanya akan terlihat bahwa orang tersebut mampu memahami dan mempraktikkan bahasa Inggris yang relatif kompleks. Salah satu contohnya adalah dapat membuat teks tentang topik-topik sosial dengan penjelasan yang detail. Mereka dapat mengerti topik teknikal dalam berbagai macam dibidang. Mereka juga dapat dengan spontan berinteraksi orang asing dan berbicara dengan kalimat yang semi-kompleks. Di level ini pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran dalam level pragmatik, pemahaman tentang kultur berbicara dan variasi berbahasa. Kebanyakan pembelajar gagal untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka karena belajar mereka tidak mengakomodasi kebutuhan bahasa mereka, seperti terlalu fokus pada hafalan kata-kata dalam konteks yang familiar atau belajar susunan kalimat yang terlepas dari konteksnya.

B2
sumber: https://www.efset.org/cefr/b2/

5. C1 Advanced

Level kelima dalam CEFR adalah C1 advanced/lanjutan. Apabila seseorang menduduki level ini, artinya ia bisa menggunakan bahasa Inggris untuk kepentingan akademis dan profesional. Tidak ada lagi kesulitan untuk memahami ataupun menerapkan bahasa Inggris dalam hampir semua kesempatan. Ia dapat mengemukakan gagasannya dalam bentuk lisan dan tertulis terkait beragam topik dengan spontan, fasih, dan percaya diri.

C1
sumber: https://www.efset.org/cefr/c1/

6. C2 Proficient

C2 atau proficient/ahli ialah level keenam sekaligus terakhir dari CEFR. Seseorang yang berada di level ini memiliki posisi yang setara dengan native speaker (penutur asli). Itu berarti yang bersangkutan dapat memakai bahasa Inggris dalam situasi dan kondisi apapun. Untuk seseorang yang sudah mencapai level C1 atau C2, pembelajaran yang cocok adalah pembelajaran bahasa Inggris yang sejalan dengan profesi mereka, seperti bahasa Inggris untuk bisnis, hukum, atau penulisan karya tulis ilmiah.

C2.png
sumber: https://www.efset.org/cefr/c2/

Untuk informasi lengkap seputar kursus Bahasa Inggris, pilihan program belajar, hingga berbagai International Test Preparation eksklusif, kamu bisa temukan informasinya disini. SUN English merupakan ahli dalam bidang persiapan tes internasional yang mengembangkan berbagai program dalam membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris-mu. Kami merupakan bagian dari SUN Education Group yang bekerjasama dengan institusi top dunia luar negeri dalam menyajikan dukungan studi terbaik ke luar negeri. Persiapan Bahasa Inggris bisa kamu konsultasikan lebih lanjut dengan menghubungi SUN English melalui WhatsApp!

Add a Comment

Your email address will not be published.