Perbedaan Must dan Should, Serta Cara Menggunakannya dalam Kalimat

Dalam mempelajari Bahasa Inggris, kamu akan menemukan banyak hal yang seringkali membuatmu bingung. Mengapa demikian? karena banyak sekali ungkapan dalam Bahasa Inggris yang bentuk katanya mirip persis namun memiliki fungsi dan makna yang berbeda. Bagi para pembelajar Bahasa Inggris pemula, wajar jika mereka merasa bingung. Tambahan pula, sangat banyak kaidah grammar dan vocabulary dalam Bahasa Inggris yang serupa namun tak sama. Misalnya, dalam kata must dan should, keduanya memiliki arti yang sekilas terlihat sama, yaitu “harus”. Namun, jika kita mempelajari lebih jauh definisi serta fungsi kata tersebut secara lebih spesifik, kita akan menyadari bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda, bahkan satu kata pun mempunyai makna lebih dari satu. 

Untuk mengurangi kebingungan kalian dalam mempelajari Bahasa Inggris, khususnya dalam mengenal kata must dan should, saya akan menjelaskannya secara lebih terperinci dalam artikel 

ini. 

Fungsi Kata “Must” dan “Should”

Ketika menggunakan “must” kamu harus menyesuaikannya berdasarkan konteks dan makna dalam suatu kalimat. Untuk itu, kamu perlu mengetahui berbagai konteks dan kondisi yang terjadi saat menyisipkan kata “must” dalam kalimat Bahasa Inggris. Apa saja kah itu? Mari kita simak pembahasannya berikut ini:

Obligation or Suggestion (Keharusan dan Saran)

Source: http://scholarsenglish.id/

Dalam konteks ini, kata “must” dan “should” sama-sama berarti “harus”. Namun, apakah ada perbedaan antara arti “harus” dalam kata “must” dan “should” ? Menurut kajian Bahasa Inggris, kata “harus” tidak hanya menggunakan “must”, terdapat juga kata-kata lain yang memiliki arti yang sama, seperti have to, should, ought to, dan sebagainya. Saat menimbang tingkat keharusan (degree of obligation), maka kita dapat melihat bahwa maka kata “must” memiliki tingkat keharusan yang lebih tinggi dibandingkan dengan should atau ought to. 

Contoh “must”:

She must take care of her child. (dia harus mengurus anaknya)

You must apologize to her (kamu harus minta maaf kepadanya)

He must find a job (dia harus cari kerja)

Contoh “should”:

You should tell the truth (kamu harus bicara jujur)

They should be punctual (kamu harus tepat waktu)

He should see doctor (dia harus menemui dokter)

Dari rangkaian contoh kalimat di atas, kita dapat melihat bahwa penggunaan “must” dan “should” sekilas tampak tidak ada beda, yang mana keduanya sama-sama menunjukkan keharusan. Meski tingkat keharusan itu sendiri sangat tergantung dari konteks dan intonasi dari pribadi penulis. Namun, sebagai penulis dan penutur Bahasa Inggris kamu dapat menggunakan “must” jika ingin memberikan penekanan dalam ungkapan, atau secara harfiah berarti “sangat wajib”. Sedangkan, kamu bisa menggunakan kata “should” untuk memberikan perintah secara lebih persuasif, atau secara harfiah berarti “seharusnya”. 

Certainty and Probability (Kepastian dan Kemungkinan)

Dalam konteks lain, kita memerlukan kata “must” dan “should” untuk mengungkapkan sebuah peristiwa yang pasti terjadi (certainty) atau yang kemungkinan akan terjadi (probability). Adapun kata “must” untuk menjelaskan kepastian, sedangkan kata “should” bertujuan untuk menerangkan hal yang bersifat kemungkinan. Dari sini lah kita dapat melihat secara jelas bagaimana kedua kata tersebut memiliki perbedaaan yang sangat signifikan. 

Contoh “must” berarti kepastian:

It’s a payday, they must have money. (hari ini gajian, mereka pasti punya uang)

We must get wet, because it’s raining outside (Kita pasti kebasahan, karna diluar hujan)

He’s your husband, you must know a lot about him (Dia suamimu, kau pasti tahu banyak hal tentangnya)

Contoh “should” berarti kemungkinan:

The students leave earlier, so they should be there soon. (Mereka pergi lebih awal, sehingga mereka mungkin sudah tiba disana)

The train left four hours ago, they should arrive by now (Kereta sudah berangkat empat jam lalu, mereka mungkin sudah tiba)

People should have heard the news by now (Orang-orang mungkin sudah mendengar berita tersebut saat ini)

source: medium.com

Penggunaan “Must” dan “Should” dalam Kalimat Afirmatif

Kata “must” dan “should” sendiri merupakan bentuk modal auxiliary dalam Bahasa Inggris, yang fungsinya untuk menerangkan kata kerja. Dalam penulisan frasa kata kerja, kita meletakan kata “must dan should” persis setelah subject dan sebelum kata kerja utama. Contohnya:

I must study hard for exam.

The student should wear uniform at school.

This must be your brother.

It should probably be cloudy during this week

Dari contoh-contoh kalimat di atas, kita dapat mengamati bahwa penggunaan “must” menempati posisi kata kerja infinitive, yang artinya base form of verb atau bentuk asal dari kata kerja. Sehingga kata kerja dengan “must” seharusnya berupa kata kerja dasar tanpa imbuhan -ing untuk gerund, tambahan -s seperti dalam bentuk singular verb, atau seperti pada kata kerja bentuk past. 

She must went to school on time

The teacher should attends the teacher’s meeting

I must going on holiday this year end.

The school should starts next week.

Jika kita perhatikan dari contoh-contoh kalimat di atas, sekilas terlihat tidak terlalu mencolok letak kesalahannya. Selama dalam kalimat terdapat subject dan verb, bahkan secara umum kita dapat menebak arti dan maksud dari kalimat tersebut, maka kita seringkali menilai kalimat demikian baik-baik saja tanpa ada kesalahan. Namun, jika kita mengkaji kembali rumus grammar dalam penggunaan modal auxiliary yang baik dan benar. Maka, kita baru menyadari penulisan kalimat tersebut tidak tepat. 

Mengapa tidak tepat? karena seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa modal auxiliary tak hanya bentuk must dan should, tetapi juga modal lainnya seperti can, will, have to, dsb harus mengikuti kata kerja dasar tanpa imbuhan jenis kata apapun. 

Penggunaan “Must” dan “Should” dalam Kalimat Negatif

Sesuai dengan istilahnya, kalimat negatif tentu mengacu pada makna yang berupa kebalikan dari kalimat positif atau afirmatif. Menurut kaidah grammar, kalimat negatif selalu mengandung arti “tidak” atau “bukan”. Dalam Bahasa Inggris, kita biasanya menggunakannya dengan kata “NOT”. Nah, untuk menggunakan kalimat negatif dalam modal auxiliary “must” dan “should”, caranya sangatlah gampang. Kamu tinggal menyisipkan “NOT” persis setelah kata tersebut. Misalnya:

You mustn’t come too early

People must not consider smoking as crime

My parent shouldn’t visit me at the dorm.

Technology should not cause harm to children

Dapat kita lihat jelas dari rangkaian contoh kalimat di atas bahwa penggunaan kalimat negatif untuk kata must dan should tidaklah sulit. Kita hanya cukup menyisipkan mustn’t atau must not. Nah, jika kamu sendiri masih bertanya-tanya kapan saatnya menggunakan mustn’t dan must not. Maka, kamu bisa menggunakan mustn’t (contraction) untuk spoken expression atau penulisannya yang memiliki gaya bahasa cenderung kasual dan netral, seperti untuk menulis memo, surat tidak formal, atau artikel yang bersifat naratif. Sedangkan, kita bisa menggunakan must not (without contraction) untuk penulisan artikel ilmiah, atau kebutuhan academic writing, termasuk seperti dalam menulis esai IELTS dan TOEFL. 

Demikian materi Bahasa Inggris yang dapat kami sampaikan, semoga kamu dapat lebih memahami kata “must” dan should” serta menggunakannya dalam praktek komunikasi Bahasa Inggris. Kamupun bisa menemukan materi-materi Bahasa Inggris lainnya disini. SUN English merupakan ahli dalam bidang persiapan tes internasional yang mengembangkan berbagai program dalam membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris-mu. Kami merupakan bagian dari SUN Education Group yang bekerjasama dengan institusi top dunia luar negeri dalam menyajikan dukungan studi terbaik ke luar negeri. Persiapan Bahasa Inggris bisa kamu konsultasikan lebih lanjut dengan menghubungi SUN English melalui WhatsApp!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *