Ini 3 Perbedaan Next to dan Beside yang Sering Disalahartikan

Hi Sunners, dalam mempelajari Bahasa Inggris, banyak yang mengalami kebingungan dalam membedakan kata-kata yang mirip namun memiliki penggunaan yang berbeda. Salah satu contoh umum adalah dua preposisi populer: “next to” dan “beside.” Keduanya sering diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai “di samping,” sehingga terlihat seolah-olah dapat digunakan secara bergantian. Padahal, terdapat perbedaan penting dalam nuansa, konteks, dan struktur penggunaannya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam blog ini, kita akan mengupas tuntas 3 perbedaan next to dan beside yang sering disalahartikan oleh pembelajar Bahasa Inggris. Pemahaman terhadap ketiga perbedaan ini akan membantu meningkatkan akurasi dalam berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris secara lebih natural.

1. Tingkat Kedekatan Fisik: “Next to” Lebih Dekat daripada “Beside”

Perbedaan pertama dan paling mendasar terletak pada tingkat kedekatan fisik antara dua objek atau orang.

  • “Next to” mengindikasikan bahwa dua benda atau orang berada sangat dekat, bahkan hampir menempel.
  • “Beside” juga berarti “di sebelah,” tetapi tidak selalu menempel atau sedekat “next to.” Ia bisa memberi ruang atau jarak kecil antara dua objek.

Contoh:

  • “The sofa is next to the window.”
    → Sofa berada tepat di samping jendela, tanpa ada sesuatu di antaranya.
  • “She stood beside the car.”
    → Dia berdiri di samping mobil, tetapi bisa jadi ada sedikit ruang atau jarak.

Perbedaan ini sangat penting dalam situasi di mana posisi atau jarak perlu dijelaskan secara akurat. Misalnya, dalam penunjuk arah atau saat menggambarkan layout suatu ruangan.

Kesalahan yang Sering Terjadi:

Banyak pelajar yang menggunakan “beside” untuk menyatakan kedekatan mutlak, padahal yang lebih tepat adalah “next to.” Misalnya:

  • ❌ “My bag is beside the chair.”
    → Tidak salah secara struktur, tetapi jika maksudnya adalah tas menempel di kursi, maka sebaiknya gunakan:
    ✅ “My bag is next to the chair.”

2. Tingkat Formalitas: “Beside” Lebih Formal daripada “Next to”

Perbedaan kedua menyangkut tingkat formalitas dan nuansa bahasa.

  • “Next to” lebih banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari dan bersifat informal.
  • “Beside” terdengar lebih formal dan sering ditemukan dalam konteks sastra, tulisan akademik, atau situasi resmi.

Dalam tulisan ilmiah, artikel jurnal, atau karya sastra, kata “beside” akan lebih sering muncul karena memberikan nuansa yang lebih elegan dan puitis.

Contoh dalam kalimat:

  • Informal: “Can I sit next to you?”
  • Formal: “He stood beside her in silent support.”

Kedua kalimat di atas benar secara tata bahasa, tetapi suasananya berbeda. Kalimat pertama terdengar santai, sementara kalimat kedua terdengar lebih dalam dan emosional.

3. Penggunaan Idiomatik: “Beside” dan “Next to” Memiliki Ekspresi Khas Sendiri

Hal berikutnya yang sering terlewatkan oleh sebagian dari Sunners adalah terdapatnya perbedaan next to dan beside dalam penggunaan idiomatiknya, yuk simak!

a. Idiom dengan “beside”:

  • “Beside oneself (with emotion)”
    Makna: Sangat emosional, tidak dapat mengendalikan diri.
    Contoh:
    • “She was beside herself with joy.” → Dia sangat bahagia.
    • “He was beside himself with anger.” → Dia sangat marah.

Kata “beside” di sini tidak lagi berarti secara fisik berada di sebelah, melainkan menjadi bagian dari ungkapan yang berarti kondisi emosional ekstrem.

b. Idiom dengan “next to”:

  • “Next to nothing”
    Makna: Hampir tidak ada.
    Contoh:
    • “I paid next to nothing for this jacket.” → Aku membayar sangat murah.
  • “Next to impossible”
    Makna: Hampir mustahil.
    Contoh:
    • “Finishing this in an hour is next to impossible.”
  • “Next to [someone/something], …”
    Makna: Digunakan untuk membandingkan.
    Contoh:
    • Next to her talent, everyone else seemed average.” → Dibandingkan dengan bakatnya, yang lain tampak biasa saja.

Perbedaan dalam ekspresi idiomatik ini membuat penting bagi pembelajar untuk tidak hanya memahami arti literal, tapi juga mempelajari makna kiasan dari masing-masing preposisi.

Kesimpulan: Pemahaman Kontekstual Adalah Kunci

Ketiga perbedaan di atas — kedekatan fisik, tingkat formalitas, dan penggunaan idiomatik — menjadi bukti bahwa meskipun “next to” dan “beside” sering dianggap sinonim, sebenarnya masing-masing memiliki karakteristik unik yang tidak bisa diabaikan.

Aspek PerbandinganNext toBeside
Kedekatan FisikSangat dekat / menempelDi samping, bisa sedikit berjauhan
FormalitasUmum, informalLebih formal / sastra
Idiomatiknext to nothing, next to impossiblebeside oneself (with joy/anger)

Agar Sunners tidak keliru, pembelajar disarankan untuk:

Menguasai 3 perbedaan next to dan beside tidak hanya akan membuat kemampuan berbahasa Inggris menjadi lebih akurat, tetapi juga menunjukkan tingkat kepekaan bahasa yang lebih tinggi. Bahasa bukan hanya sekadar kata dan arti, melainkan juga tentang rasa, konteks, dan kebiasaan penggunaannya.

Semoga dengan memahami ketiga perbedaan penting ini, kamu tidak lagi bingung ketika memilih antara “next to” dan “beside” dalam menulis atau berbicara dalam bahasa Inggris.

Untuk informasi lengkap seputar pembelajaran Bahasa Inggris, tips dan trik, hingga Test Preparation Program eksklusif, kamu bisa temukan informasinya disini. SUN English merupakan ahli dalam bidang persiapan tes internasional yang mengembangkan berbagai program dalam membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris-mu. Kami merupakan bagian dari SUN Education Group yang bekerjasama dengan institusi top dunia luar negeri dalam menyajikan dukungan studi terbaik ke luar negeri. Persiapan Bahasa Inggris bisa kamu konsultasikan lebih lanjut dengan menghubungi SUN English melalui WhatsApp!