Nilai TOEFL Terendah Supaya Bisa Kuliah ke Luar Negeri

TOEFL mungkin sudah tidak asing ditelinga kita, apalagi untuk anak-anak SMA yang hendak melanjutkan pendidikan di luar negeri karena TOEFL merupakan salah satu syarat penting sehingga bisa diterima oleh universitas-universitas top dunia. Tapi berapa nilai TOEFL terendah untuk S1? Bagaimana dengan postgraduate atau S2? Apakah nilai terendah TOEFL untuk bekerja? Kali ini kita akan mengupas lebih dalam mengenai TOEFL dan nilai TOEFL terendah untuk pendidikan tinggi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

TOEFL dan Formatnya

Tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan salah satu tes standar internasional yang paling diakui untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang yang bukan penutur asli. Ada tiga jenis TOEFL yang paling umum: TOEFL iBT (Internet-Based Test), TOEFL PBT (Paper-Based Test), dan TOEFL ITP (Institutional Testing Program).

Masing-masing memiliki format, tujuan, dan penggunaan yang berbeda, sehingga penting untuk memahami perbedaannya sebelum memilih jenis tes yang akan diambil. Pemilihan jenis tes harus disesuaikan dengan kebutuhan, seperti untuk mendaftar kuliah, melamar pekerjaan, atau sekadar mengukur kemampuan pribadi. Memahami perbedaan mendasar ini akan membantu peserta tes menentukan strategi belajar dan persiapan yang paling efektif.

TOEFL iBT adalah format tes yang paling modern dan diakui secara luas di seluruh dunia, terutama untuk tujuan akademik. Tes ini dilakukan secara daring melalui internet di pusat tes yang telah disetujui, dan menguji keempat keterampilan berbahasa Inggris secara komprehensif: Reading, Listening, Speaking, dan Writing.

Durasi tes ini biasanya sekitar tiga jam, dan setiap bagian memiliki bobot nilai yang sama, sehingga total skornya berkisar antara 0 hingga 120. Penggunaan utama dari TOEFL iBT adalah sebagai persyaratan wajib untuk masuk ke universitas dan perguruan tinggi di negara-negara berbahasa Inggris, seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia.

Selain itu, banyak program beasiswa internasional dan visa imigrasi juga menjadikan TOEFL iBT sebagai salah satu syarat utama. Karena formatnya yang terintegrasi dan menguji kemampuan berbicara, TOEFL iBT dianggap sebagai tes yang paling akurat untuk mencerminkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris dalam konteks akademik.

Sementara itu, TOEFL PBT dan TOEFL ITP memiliki format yang berbeda dan kegunaan yang lebih spesifik. TOEFL PBT adalah versi lama dari TOEFL yang menggunakan kertas dan pensil. Meskipun sekarang sudah jarang digunakan di banyak negara, tes ini masih relevan di beberapa wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet.

PBT menguji tiga bagian utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Bagian Speaking tidak diuji dalam PBT. Skala skornya berkisar dari 310 hingga 677. Penggunaannya umumnya terbatas pada institusi atau wilayah tertentu. Di sisi lain, TOEFL ITP adalah tes TOEFL yang dirancang untuk penggunaan internal oleh institusi, seperti universitas, lembaga pendidikan, atau perusahaan.

Tes ini juga berbasis kertas (paper-based) dan mengukur tiga keterampilan yang sama dengan PBT. Karena tidak diakui secara global, sertifikat TOEFL ITP tidak bisa digunakan untuk pendaftaran universitas di luar negeri, melainkan sering dipakai untuk keperluan internal seperti persyaratan kelulusan, program beasiswa dalam negeri (misalnya LPDP), atau syarat melamar pekerjaan di beberapa perusahaan lokal atau BUMN. Dengan memahami perbedaan ini, peserta tes dapat memilih jenis TOEFL yang paling sesuai dengan tujuan mereka.

Nilai TOEFL terendah untuk

  • Undergraduate (S1) dan Postgraduate (S2)

Batas nilai terendah TOEFL iBT untuk pendaftaran ke program undergraduate (S1) dan postgraduate (S2/S3) sangat bervariasi, tergantung pada kebijakan masing-masing universitas dan jurusan. Secara umum, program postgraduate cenderung memiliki persyaratan nilai yang lebih tinggi daripada program undergraduate karena tuntutan akademis yang lebih kompleks dan intens.

Sebagai contoh, banyak universitas menetapkan nilai TOEFL terendah iBT sekitar 70 hingga 80 untuk program sarjana, sementara untuk program pascasarjana, persyaratan umumnya naik menjadi 80 hingga 100, bahkan lebih tinggi lagi untuk universitas-universitas top atau program studi yang sangat kompetitif. Beberapa jurusan tertentu, seperti Sastra Inggris, Hukum, atau Jurnalisme, mungkin memerlukan nilai TOEFL terendah paling tidak 100 (iBT) untuk memastikan calon mahasiswa mampu mengikuti diskusi akademis yang mendalam.

Selain nilai total, banyak universitas juga menetapkan nilai minimum pada setiap bagian tes (Reading, Listening, Speaking, dan Writing) untuk memastikan keseimbangan kemampuan berbahasa Inggris calon mahasiswa. Oleh karena itu, sangat penting bagi calon mahasiswa untuk selalu memeriksa persyaratan spesifik dari setiap program studi dan universitas yang dituju.

  • Beasiswa 

Persyaratan nilai minimum TOEFL untuk mendaftar beasiswa sangat bervariasi, baik untuk beasiswa universitas maupun beasiswa yang didanai oleh pemerintah. Umumnya, beasiswa dari universitas terkemuka menuntut skor yang lebih tinggi untuk memastikan penerima beasiswa mampu bersaing secara akademis di lingkungan internasional.

Sebagai contoh, beasiswa di tingkat pascasarjana dari universitas-universitas di Amerika Serikat, Kanada, atau Eropa sering kali menetapkan nilai TOEFL terendah iBT 90 hingga 100, bahkan lebih. Mereka tidak hanya melihat skor total, tetapi juga kerap mensyaratkan skor minimal di setiap bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) untuk memastikan kemampuan berbahasa Inggris yang menyeluruh.

Persyaratan yang ketat ini bertujuan untuk menyaring kandidat terbaik dan memastikan mereka dapat berpartisipasi secara efektif dalam perkuliahan, diskusi, dan penelitian.

Di sisi lain, beasiswa yang didanai oleh pemerintah, baik dalam maupun luar negeri, juga memiliki standar nilai TOEFL yang beragam. Contohnya, beasiswa populer seperti LPDP di Indonesia sering kali meminta skor TOEFL ITP 550 atau TOEFL iBT 80 sebagai salah satu syarat pendaftaran.

Skor ini bisa berbeda tergantung pada jenjang studi (S2 atau S3) dan tujuan studi (dalam atau luar negeri). Beasiswa pemerintah dari negara lain, seperti Fulbright (AS) atau Chevening (Inggris), umumnya menetapkan standar yang lebih tinggi, sering kali setara dengan persyaratan universitas top, yaitu dengan nilai TOEFL terendah iBT 90.

Penting bagi calon pendaftar untuk selalu memeriksa informasi terbaru dari website resmi penyedia beasiswa, karena persyaratan dapat berubah sewaktu-waktu dan setiap program beasiswa memiliki kebijakan spesifik yang harus dipenuhi.

  • Melamar Pekerjaan

Persyaratan nilai TOEFL terendah untuk melamar kerja bisa sangat bervariasi, tergantung pada industri dan posisi yang dilamar. Untuk posisi di perusahaan multinasional atau pekerjaan yang menuntut komunikasi aktif dengan klien asing, skor TOEFL iBT sekitar 80-90 atau TOEFL ITP 550 seringkali menjadi standar minimal.

Namun, untuk posisi yang lebih spesifik seperti jurnalis atau staf pengajar, nilai yang dibutuhkan bisa jauh lebih tinggi. Di sisi lain, banyak perusahaan lokal yang tidak terlalu fokus pada nilai TOEFL, asalkan calon karyawan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan dapat membuktikannya saat wawancara. Jadi, jangan terlalu khawatir jika skor Anda tidak terlalu tinggi, karena pengalaman kerja dan keterampilan praktis seringkali lebih dihargai.

Untuk informasi lengkap seputar pembelajaran Bahasa Inggris, tips dan trik, hingga Test Preparation Program eksklusif, kamu bisa temukan informasinya disini. SUN English merupakan ahli dalam bidang persiapan tes internasional yang mengembangkan berbagai program dalam membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris-mu. Kami merupakan bagian dari SUN Education Group yang bekerjasama dengan institusi top dunia luar negeri dalam menyajikan dukungan studi terbaik ke luar negeri. Persiapan Bahasa Inggris bisa kamu konsultasikan lebih lanjut dengan menghubungi SUN English melalui WhatsApp!